Minggu, 21 Desember 2014
Taaruf Pra Nikah, kajian ust Nurul Dzikri, 21 Des 2014 di Al Azhar
Rabu, 26 November 2014
Duh. Sekolah melarang berjilbab?
Duh. Agak miris ya kalau lihat suatu SEKOLAH yang melarang menggunakan jilbab.
Padahal jilbab itu kan WAJIB buat wanita muslim. Aturannya udah ada di AlQuran surat AnNur:31 dan AlAhzab:59. Itu aturan langsung dari Allah lho.. kok bisa si pendiri atau si pembuat aturan di sekolah sekolah ini melarang murid perempuan muslimnya menggunakan jilbab.
Kalau misalnyaaaaa si pendiri ini non muslim, seharusnya dia bisa lihat di pancasila di sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana pengertiannya adalah, nomor satu Tuhan, sedangkan yang lainnya adalah nomor sekian. Berarti melaksanakan perintah berjilbab itu melaksanakan pancasila sila pertama bukan?
Atau bisa kita lihat UUD45 pasal 29 ayat 2. Yang isinya "Negara menjamin kemerdekaan tiaptiappenduduk untuk memeluk agamanya masing - masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu"
Tuh. Ada kata-kata beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Berarti, negara menjamin kebebasan masyarakatnya untuk beribadah kan ya?
Trus kenapa sekolah yang melarang muridnya berjilbab itu masih kekeh dengan aturan tidak boleh berjilbabnya ya? Padahaaaal, dengan berjilbabpun nggak akan mengurangi kualitas seseorang kok.
Berjilbab itu wajib, jadi mikir-mikir dulu deh kalau ada yang melarang untuk berjilbab.
#dari aku yang pernah berada dalam keadaan itu#
Jumat, 31 Oktober 2014
Prasangka baik kepada Sang Pencipta
Kalau kita ngerasa hidup kita ngga seperti yang kita harapkan, semua orang juga pasti pernah merasakannya.
Kadang, sesuatu yang sudah kita rencanakan sejak lama, tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Sesuatu yang sepertinya baik baik saja, ternyata tidak berjalan kemana-mana.
Lalu, kita mau menyalahkan siapa? Tuhan?
Pernahkan kita berfikir kalau ternyata hal-hal yang ngga baik buat kita memberi dampak yang baik bagi hidup kita?
Hal-hal yang tidak sesuai rencana, hal-hal yang akhirnya tidak sesuai ekspektasi bisa membuat kita lebih baik dari hari ini?
Coba deh renungin ayat Al-Qur'an ini Al Baqarah 216 ini, "boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu amat baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagi kalian, Allah maha mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui"
Jadi, buat apa khawatir? Allah sudah menjaminkan semuanya yg terbaik bagi kita, tapi tentunya kalau kita berbuat baik juga.. melakukan amal yang diridhoi dan sesuai dengan ketentuanNya.
Kamis, 30 Oktober 2014
Kritik, perlu?
Kritik, perlu?
Ya perlu dong. Perlu banget lah.
Aku adalah salah satu orang yang susah banget nerima kritikan. Tapi, semakin kesini aku semakin ngerti apa guna kritikan. Dan aku bahkan berfikir kalau orang yang mengkritik adalah orang yg peduli, care dan sayang sama kita!
Tapi, untuk menerima kritikan itu kita perlu punya hati yang seluaaaaaaaas samudra. Lebih luas malah. Kadang kritik itu berupa kata-kata halus dan sopan. Kadang berupa kata-kata yang menyakitkan hatiiiii. Kadang juga berupa kata-kata yang nyindir dan nyinyir. Tapi ingat, ambil sisi positifnya. Kritik itu semata-mata untuk membangun kita. Bukan menjatuhkan.
Bagi yang belum bisa menerima kritik, seperti ngga ngakuin kesalahannya atau memandang kritik orang lain sebagai suatu hinaan atau pikiran yang ngga baik dari orang yang mengkritik kepada kita, coba deh instrospeksi. Kita, Aku, sangat butuh sekali yang namanya kaca untuk berinstrospeksi. Dengan instrospeksi, Allah akan memudahkan kita untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan diri kita.. Dia memberikan orang-orang disekeliling kita sebagai 'pengkritik' yang bisa merubah kita menjadi lebih baik.
Lalu bagaimana dengan pengkritik?
Sebaiknya kita mengkritik dengan perkataan yg baik
Jadi,masih negative thinking dengan kritikan?
*untuk aku, yang sedang belajar menerima segala macem kritikan(:*
Orang jahat, ada ngga sih?
Orang jahat, ada ngga sih?
NGGAK ADA. Itu jawabanku.
Semua orang di dunia ini terlahir dalam keadaan baik dan suci.
Kita sering lihat, satu orang memperlakukan orang lainnya dengan kasar, marah-marah, ngga baik dll. Tapi aku yakin, dibalik setiap tingkah lakunya itu, ada maksud yang ingin dia atau kita sampaikan.
Mungkin... cara penyampaiannya ngga tepat. Ataaauu kurang baik.
Tapi serius, semua orang itu BAIK. BAAAAAIK. cuma, kita ngga pernah sadar kalau ternyata yang kita lakukan itu menyakiti hati orang lain.
So, hati-hati kalau bicara, hati-hati kalau menulis, hati-hati kalau berperilaku.
*untuk aku, yang sedang berusaha memperbaiki semuanya*
SUPER MODUS? NO.
Bahas modus, bahas jodoh?
Ah. Bahas jodoh.
Ini topik yang kadang bikin bete, kadang bikin pusing, kadang juga bikin seneng.
Apapun perasaan kamu, carilah jodoh dengen satu tujuan, yaitu sang pencipta. Allah SWT.
Maksutnya?
Gini nih. Hidup berdampingan dengan pasangan adalah sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadist Rasul aja, ada yang bunyinya yang intinya "apabila kamu hidup dalam kesendirian (diniatkan untuk tidak menikah seumur hidup) maka kamu bukanlah golonganKu" kata-katanya kurang lebih seperti itu. Nah, sebagai umat muslim, kita sayang kan sama Nabi SAW yang super banget ini? Kita lakuin semua sifat-sifatnya agar kita semua dapat syafaat dari nya.
Menikah merupakan perintah dari Allah agar kita tidak terjebak dalam zina. Ya tau dong zina yang kaya apa... dan saking sayangnya Allah sama kita, menikah itu juga menjauhkan kita dari para pelaku pelaku PHP! Khususnya buat para cewek cewek di muka bumi.
Bayangin.. kayanya sih udah ngedeketin lamaaaaaaaa banget, eh ternyata waktu kita tanya soal hubungan kita dia jawabnya "aku cuma anggep kamu adek doang". Atau ada lagi yang pacarannya bertahun tahun, ditemenin di suka dan dukanya, ternyata setelah sukses malah sama cewek yang lebih cantik dan ulalaa dari kita. Sakit kan? Bangettt...
Coba kalau misalnya dari awal kita ngga terbuai sama rayuan rayuan lelaki, kita akan lebih bisa berfikir jernih dan sadar.. kalau yang selama ini kita lakukan adalah SALAH BESAR. Dan ternyata kita hanya mendzolimi hati kita sendiri dengan perasaan cinta yang belum tepat.
Kalau dari awal niat kita adalah untuk Allah, pastinya ngga akan ada yang namanya di PHPin, diputusin, disakitin dll... kita akan selalu ikhlas menerima semua keadaannya dan berfikir positif kalau Allah pasti akan memberi yang jauh jauh jauh lebih baik dari dia.
Pertimbangan menikahi wanita ada 4. Namun, menurut aku, untuk memilih lelaki pun harus seperti itu, tidak hanya wanita saja. Dipilih berdasarkan paras, keturunan, harta dan agamanya. Maka.. pilihlah yang berdasarkan agamanya.
Tetaapiii... kita sering liat kan, orang yang baik agamanya, belum tentu akhlaknya juga baik. Nah sebenernya bukan seperti itu. Okelah kita lihat agamanya baik. Baaaaaik sekali. Tetapi kita ngga pernah tau ya dia beribadah itu untuk Allah atau untuk riya ke temen-temennya, ke pacar(pacar)nya, atau ke lingkungannya.
Nah, kita emang harus hati-hati sama laki laki macem ni. Laki laki "super modus". Jadi ngegombalin kita ngga hanya dengan kata-kata cinta. Tapi juga nasihat-nasihat plus ayat-ayat alQuran dan hadistnya. Lah, kok bisa? Ya bisa... ilmu itu kan bisa dipelajari, sedangkan akhlak itu timbulnya dari kesadaran diri kita sendiri...
Trus gimana dong bedain yang akhlak plus agamanya baik dengan yang agamanya baik tetapi akhlaknya belum?
Nah, ada 2 jawaban dari pertanyaan yang emang kelihatannya susah banget ini. Yang pertama, coba deh setiap kamu dihadapkan sama sesuatu, apalagi soal jodoh (masalah lain juga loh yaa;)) , bertanya sama Allah lewat istikharoh. Dan yang kedua, seorang teman aku pernah bilang. Orang yang ngerti agama itu pasti ngga akan ngelanggar perintah Allah. Termasuk pacaran ataupun sejenisnya (TTM, adek kakak-an, HTS dkk). Kalau dia masih melakukan itu, berarti dia belum mengerti, doakan saja agar dia mengerti, dan Kalau dia takut sama Allah dan sangat mencintai Allah, pasti akan langsung ngelamar. Serius, langsung tepat sasaran. Meskipun akhirnya ditolak, dia ngga akan sakit hati, karena dia berfikir, dia ngga tahu, apa yang Allah tahu. Pokoknya legawa deh...
Nah, akupun nanya lagi satu hal sama teman aku ini. "Trus, kalau orangnya baik tapi agamanya enggak gimana?"
Dia pun menjawab, "kita hidup di dunia ini kan cuma sekedar lewat, sedangkan hidup di akhirat itu selamanya kan? Mau imam di dunia aja apa di dunia dan akhirat?"
Ugh. Jleb.
Okedeh.
Langsung ngerti kan?
Nah. Karena itulah cewek cewek, yuk mulai menata diri dan hati. Hati itu rapuh banget loh. Kaca yang pecah aja, biar disatuin lagi masih ada baret baretannya kan? Hati jugaaa~
*Aku nulis ini murni untuk peringatan buat diri aku sendiri. Agar selalu berinstrospeksi diri dan semakin mendekat kepada sang pengatur dunia.*
Jumat, 25 Juli 2014
problem between maturity
Kamis, 24 Juli 2014
putri cinderella
terlalu dini juga bila aku berpetuah tentang hubungan serius, apalagi pernikahan.
namun, mungkin ada sesuatu yang harus aku bagikan.
tentang kenyataan, yang sangaaaaaaaat jauh dari angan-angan.
tampak dari jauh, pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh semua orang.
mau yang mengakuinya ataupun tidak mengakuinya.
pernikahan itu, dilihatnya seperti kisah cinderella, yang dimana bertemu dengan pangeran tampan, tinggal di istana yang megah, dan mempunyai banyak sekali materi.
namun, pernah tidak terpikir bahwa pernikahan itu tak selalu tentang "pangeran tampan", "istana megah" dan banyak "materi" di dalamnya.
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "istana megah" yang tiba-tiba runtuh? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "pangeran tampan" yang tiba-tiba ketampanannya berkurang dan berkurang? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
bagaimana juga kalau "materi" kita tiba-tiba lenyap, apa masih kita berdiri tegap mempertahankan penikahan itu?
tentu tak hanya itu ujian dan masalah-masalah yang nantinya akan kita hadapi. tentu jauh jauh jauh lebih banyak dari itu.
maka, jauh-jauh sebelum melakukan suatu ibadah yang bernama pernikahan itu, persiapkan diri.
dan pentingnya lagi, perbaiki niat.
menikahlah karena Allah, menikahlah karena iman, menikahlah karena ibadah.
kalau semua niat itu karena Allah, karena ibadah, maka apapun ujiannya, apapun cobaannya, pasti akan bisa dihadapi. sesusah apapun itu.
namun, bila itu semua hanya berlandaskan keinginan, jangan salahkan keadaan bila nantinya keinginan itu berkurang.
ps: terimakasih buat salah satu sahabat terbaikku yg ceritanya membuat aku berfikir banyak, tentang suatu pernikahan yang tidak melulu indah.