Minggu, 21 Desember 2014

Taaruf Pra Nikah, kajian ust Nurul Dzikri, 21 Des 2014 di Al Azhar

*dateng telat, jadi ada part yang hilang. tapi sempet liat kiri kanan, isinya...
Kalau mau cari pasangan sebaiknya yang sehati*

Bagaimana kriteria calon pasangan yang benar?

Untuk Cowok :

1.     Agama. 
Pilih wanita yang baik agamanya. Karena, apabila agamanya baik, sudah pasti ia takut kepada Allah, sehingga ia akan takut untuk berbuat maksiat. dan Rasulullah SAW menjamin bahwa akan beruntung orang yang memilih wanita karena agamanya.
2.     Cantik. 
Dalam hal ini, cantik berarti sejuk dipandang mata kita. mata kita yaa.. bukan menurut orang lain, karena, apabila Allah sudah memantapkan hati seseorang, maka apapun bisa terjadi.
3.     Pilihlah Wanita Yang Punya Rasa Cinta.
Karena, dengan mempunya rasa cinta, ia akan mudah untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada suami. Baik dengan kata-kata ataupun perbuatan.
4.     Pilihlah Wanita yang Berasal dari Keluarga Baik-baik
Bukan berarti yang berasal dari keluarga broken home tidak boleh dipilih, namun, pertimbangkan dan selidiki bagaimana kesehariannya.
5.     Kaya
Ini merupakan kriteria tambahan. Orientasinya bukan materi, tetapi mempermudah untuk dakwah dan akhirat. Misalnya, Rasul dengan Khadijah.
6.     Subur

Untuk Cewek :
1.     Agama.
Pilihlah yang beriman kepada Allah. Jangan tergoda dengan ketampanan dan status yang menyilaukan, namun, akhlak dan agamanya buruk.
Boleh menolak lamaran seseorang, apabila agamanya buruk.
2.     Fisiknya kita sukai.
3.     Mampu secara finansial / mampu memberi nafkah bathin atau non bathin.
Mengapa hal ini penting? Karena kepemimpinan akan hilang, apabila Suami tidak bisa menafkahi.
4.     Punya Jiwa Kepemimpinan. Sesuai dengan surat An-Nisa : 34.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu, Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagiaan yang lain (wanita),… “
5.     Lemah Lembut dengan Wanita.
Tidak suka memukul, bagaimana menge-cek-nya?
Lihat bagaimana ia berperilaku dengan ibu dan adik perempuannya.
6.     Punya Waktu Cukup untuk Istri dan Anaknya.
Misalnya, jangan sering safar atau tugas di luar keluarga. Sebaiknya Istri ikut suami.

KESIMPULAN :
          Mencari pasangan sesuai dalam Islam :
1.     Baik AGAMA dan AKHLAK
2.     Kita SUKA dan COCOK secara pribadi, misal : fisik, kekayaan, karakter, dll.

Bagaimana Mencari Jodoh ?
1.     Melalui Teman / Kolega.
Teman/Kolega harus bisa dipercaya.
Rasul menikah dengan Khadijah melalui perantara sahabat/saudara Khadijah.
2.     Orang Tua.
Misalnya, orang tua mengajukan anaknya ke lelaki shalih.
3.     Kita Sendiri.
Akhwat atau Ikhwan berbicara langsung dengan “targetnya” dengan bijak. Tidak murahan dan tidak kampungan.

Mencari jodoh baik langsung ataupun dengan mediator, harus :
1.     Jujur dengan diri kita sendiri.
Muhasabahlah. Sudah shaleh/shalehah belum? Sudah santun belum? Dll. Shalehkan diri bila belum. Perbaiki diri.
2.     Jujur dalam menerapkan kriteria.
3.     Mediator harus amanah dan mengerti Fiqih.
Kecocokan dan keserasian mediator satu selera dengan kita.
4.     Jangan mudah percaya sebelum kroscek. PASTIKAN SIAPA orangnya.
5.     Kita diperbolehkan berbicara dengan calon. (tetapi harus ada pendamping. Tidak boleh berdua-duaan).
Fit and Proper Test. Tanya hal-hal yang mencerminkan prinsip dia, nyambung nggak sama kita, kedewasaannya seperti apa, memecahkan masalahnya seperti apa. Ikhwan siap menerima kebenaran, tidak sok tahu.
6.     Melihat calon ada dua waktu, yaitu setelah lamaran, atau sebelum lamaran.
7.     Istikharoh.
Meminta kepada Allah.
Allah lebih tau, sedangkan kita tidak tau. Saat taaruf harus bisa lebih dekat dengan Allah.
Bagaimana keyakinan diri kita ?
Tidak mungkin tidak ada keraguan sedikitpun, jika kita jujur kepada Allah, Allah akan mewujudkan cita-cita kita. Jika kita menjaga hak-hak Allah, maka Allah akan menjaga kita.

-Kekurangan dari saya, kebenaran hanya milik Allah, Wallahua’lam bi shawab J

Rabu, 26 November 2014

Duh. Sekolah melarang berjilbab?

Duh. Agak miris ya kalau lihat suatu SEKOLAH yang melarang menggunakan jilbab.

Padahal jilbab itu kan WAJIB buat wanita muslim. Aturannya udah ada di AlQuran surat AnNur:31 dan AlAhzab:59. Itu aturan langsung dari Allah lho.. kok bisa si pendiri atau si pembuat aturan di sekolah sekolah ini melarang murid perempuan muslimnya menggunakan jilbab.

Kalau misalnyaaaaa si pendiri ini non muslim, seharusnya dia bisa lihat di pancasila di sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana pengertiannya adalah, nomor satu Tuhan, sedangkan yang lainnya adalah nomor sekian. Berarti melaksanakan perintah berjilbab itu melaksanakan pancasila sila pertama bukan?

Atau bisa kita lihat UUD45 pasal 29 ayat 2.  Yang isinya "Negara menjamin kemerdekaan tiaptiappenduduk untuk memeluk agamanya masing - masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu"

Tuh. Ada kata-kata beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Berarti, negara menjamin kebebasan masyarakatnya untuk beribadah kan ya?

Trus kenapa sekolah yang melarang muridnya berjilbab itu masih kekeh dengan aturan tidak boleh berjilbabnya ya? Padahaaaal, dengan berjilbabpun nggak akan mengurangi kualitas seseorang kok.

Berjilbab itu wajib, jadi mikir-mikir dulu deh kalau ada yang melarang untuk berjilbab.

#dari aku yang pernah berada dalam keadaan itu#
 

Jumat, 31 Oktober 2014

Prasangka baik kepada Sang Pencipta

Kalau kita ngerasa hidup kita ngga seperti yang kita harapkan, semua orang juga pasti pernah merasakannya.
Kadang, sesuatu yang sudah kita rencanakan sejak lama, tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Sesuatu yang sepertinya baik baik saja, ternyata tidak berjalan kemana-mana.
Lalu, kita mau menyalahkan siapa? Tuhan?

Pernahkan kita berfikir kalau ternyata hal-hal yang ngga baik buat kita memberi dampak yang baik bagi hidup kita?
Hal-hal yang tidak sesuai rencana, hal-hal yang akhirnya tidak sesuai ekspektasi bisa membuat kita lebih baik dari hari ini?

Coba deh renungin ayat Al-Qur'an ini Al Baqarah 216 ini, "boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu amat baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagi kalian, Allah maha mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui"

Jadi, buat apa khawatir? Allah sudah menjaminkan semuanya yg terbaik bagi kita, tapi tentunya kalau kita berbuat baik juga.. melakukan amal yang diridhoi dan sesuai dengan ketentuanNya.

Kamis, 30 Oktober 2014

Kritik, perlu?

Kritik, perlu?

Ya perlu dong. Perlu banget lah.
Aku adalah salah satu orang yang susah banget nerima kritikan. Tapi, semakin kesini aku semakin ngerti apa guna kritikan. Dan aku bahkan berfikir kalau orang yang mengkritik adalah orang yg peduli, care dan sayang sama kita!

Tapi, untuk menerima kritikan itu kita perlu punya hati yang seluaaaaaaaas samudra. Lebih luas malah. Kadang kritik itu berupa kata-kata halus dan sopan. Kadang berupa kata-kata yang menyakitkan hatiiiii. Kadang juga berupa kata-kata yang nyindir dan nyinyir. Tapi ingat, ambil sisi positifnya. Kritik itu semata-mata untuk membangun kita. Bukan menjatuhkan.

Bagi yang belum bisa menerima kritik, seperti ngga ngakuin kesalahannya atau memandang kritik orang lain sebagai suatu hinaan atau pikiran yang ngga baik dari orang yang mengkritik kepada kita, coba deh instrospeksi. Kita, Aku, sangat butuh sekali yang namanya kaca untuk berinstrospeksi. Dengan instrospeksi, Allah akan memudahkan kita untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan diri kita.. Dia memberikan orang-orang disekeliling kita sebagai 'pengkritik' yang bisa merubah kita menjadi lebih baik.

Lalu bagaimana dengan pengkritik?
Sebaiknya kita mengkritik dengan perkataan yg baik

Jadi,masih negative thinking dengan kritikan?

*untuk aku, yang sedang belajar menerima segala macem kritikan(:*

Orang jahat, ada ngga sih?

Orang jahat, ada ngga sih?

NGGAK ADA. Itu jawabanku.

Semua orang di dunia ini terlahir dalam keadaan baik dan suci.

Kita sering lihat, satu orang memperlakukan orang lainnya dengan kasar, marah-marah, ngga baik dll. Tapi aku yakin, dibalik setiap tingkah lakunya itu, ada maksud yang ingin dia atau kita sampaikan.
Mungkin... cara penyampaiannya ngga tepat. Ataaauu kurang baik.

Tapi serius, semua orang itu BAIK. BAAAAAIK. cuma, kita ngga pernah sadar kalau ternyata yang kita lakukan itu menyakiti hati orang lain.

So, hati-hati kalau bicara, hati-hati kalau menulis, hati-hati kalau berperilaku.

*untuk aku, yang sedang berusaha memperbaiki semuanya*

SUPER MODUS? NO.

Bahas modus, bahas jodoh?

Ah. Bahas jodoh.
Ini topik yang kadang bikin bete, kadang bikin pusing, kadang juga bikin seneng.
Apapun perasaan kamu, carilah jodoh dengen satu tujuan, yaitu sang pencipta. Allah SWT.
Maksutnya?

Gini nih. Hidup berdampingan dengan pasangan adalah  sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadist Rasul aja, ada yang bunyinya yang intinya "apabila kamu hidup dalam kesendirian (diniatkan untuk tidak menikah seumur hidup) maka kamu bukanlah golonganKu" kata-katanya kurang lebih seperti itu. Nah, sebagai umat muslim, kita sayang kan sama Nabi SAW yang super banget ini? Kita lakuin semua sifat-sifatnya agar kita semua dapat syafaat dari nya.
Menikah merupakan perintah dari Allah agar kita tidak terjebak dalam zina. Ya tau dong zina yang kaya apa... dan saking sayangnya Allah sama kita, menikah itu juga menjauhkan kita dari para pelaku pelaku PHP! Khususnya buat para cewek cewek di muka bumi.

Bayangin.. kayanya sih udah ngedeketin lamaaaaaaaa banget, eh ternyata waktu kita tanya soal hubungan kita dia jawabnya "aku cuma anggep kamu adek doang". Atau ada lagi yang pacarannya bertahun tahun, ditemenin di suka dan dukanya, ternyata setelah sukses malah sama cewek yang lebih cantik dan ulalaa dari kita. Sakit kan? Bangettt...
Coba kalau misalnya dari awal kita ngga terbuai sama rayuan rayuan lelaki, kita akan lebih bisa berfikir jernih dan sadar.. kalau yang selama ini kita lakukan adalah SALAH BESAR. Dan ternyata kita hanya mendzolimi hati kita sendiri dengan perasaan cinta yang belum tepat.

Kalau dari awal niat kita adalah untuk Allah, pastinya ngga akan ada yang namanya di PHPin, diputusin, disakitin dll... kita akan selalu ikhlas menerima semua keadaannya dan berfikir positif kalau Allah pasti akan memberi yang jauh jauh jauh lebih baik dari dia.

Pertimbangan menikahi wanita ada 4. Namun, menurut aku, untuk memilih lelaki pun harus seperti itu, tidak hanya wanita saja. Dipilih berdasarkan paras, keturunan, harta dan agamanya. Maka.. pilihlah yang berdasarkan agamanya.

Tetaapiii... kita sering liat kan, orang yang baik agamanya, belum tentu akhlaknya juga baik. Nah sebenernya bukan seperti itu. Okelah kita lihat agamanya baik. Baaaaaik sekali. Tetapi kita ngga pernah tau ya dia beribadah itu untuk Allah atau untuk riya ke temen-temennya, ke pacar(pacar)nya, atau ke lingkungannya.
Nah, kita emang harus hati-hati sama laki laki macem ni. Laki laki "super modus". Jadi ngegombalin kita ngga hanya dengan kata-kata cinta. Tapi juga nasihat-nasihat plus ayat-ayat alQuran dan hadistnya. Lah, kok bisa? Ya bisa... ilmu itu kan bisa dipelajari, sedangkan akhlak itu timbulnya dari kesadaran diri kita sendiri...
Trus gimana dong bedain yang akhlak plus agamanya baik dengan yang agamanya baik tetapi akhlaknya belum?
Nah, ada 2 jawaban dari pertanyaan yang emang kelihatannya susah banget ini. Yang pertama, coba deh setiap kamu dihadapkan sama sesuatu, apalagi soal jodoh (masalah lain juga loh yaa;)) , bertanya sama Allah lewat istikharoh. Dan yang kedua, seorang teman aku pernah bilang. Orang yang ngerti agama itu pasti ngga akan ngelanggar perintah Allah. Termasuk pacaran ataupun sejenisnya (TTM, adek kakak-an, HTS dkk). Kalau dia masih melakukan itu, berarti dia belum mengerti, doakan saja agar dia mengerti, dan Kalau dia takut sama Allah dan sangat mencintai Allah, pasti akan langsung ngelamar. Serius, langsung tepat sasaran. Meskipun akhirnya ditolak, dia ngga akan sakit hati, karena dia berfikir, dia ngga tahu, apa yang Allah tahu. Pokoknya legawa deh...

Nah, akupun nanya lagi satu hal sama teman aku ini. "Trus, kalau orangnya baik tapi agamanya enggak gimana?"
Dia pun menjawab, "kita hidup di dunia ini kan cuma sekedar lewat, sedangkan hidup di akhirat itu selamanya kan? Mau imam di dunia aja apa di dunia dan akhirat?"
Ugh. Jleb.
Okedeh.
Langsung ngerti kan?

Nah. Karena itulah cewek cewek, yuk mulai menata diri dan hati. Hati itu rapuh banget loh. Kaca yang pecah aja, biar disatuin lagi masih ada baret baretannya kan? Hati jugaaa~

*Aku nulis ini murni untuk peringatan buat diri aku sendiri. Agar selalu berinstrospeksi diri dan semakin mendekat kepada sang pengatur dunia.*

Jumat, 25 Juli 2014

problem between maturity

dewasa.
apa itu?
seseorang yang sudah boleh menonton film dewasa, disebut dewasa?
tentu tidak.
kata dewasa, tentu jauh dari itu.

meskipun menganggap diri ini belum dewasa, tetapi setidaknya, proses pendewasaan diri sudah mulai berjalan sejak suatu masalah yang menurut kita cukup besar dan cukup sulit untuk diselesaikan, datang.
seketika itu, jalanan menjadi gelap. tidak ditemukan lagi pintu-pintu atau jendela-jendela penyelamat, yang mungkin membawa kita ke dalam suatu tempat yang nyaman, tanpa adanya masalah.
bercerita dengan satu orang dan orang lainnya juga tidak kunjung membuka pintu penyelesaian tersebut. hanya empati dan simpati yang membantu, namun tidak sepenuhnya membantu.
berbagai cara sudah dilakukan. bercerita dari satu orang ke orang yang lain. menimbang-nimbang segala saran dan jalan penyelesaiannya, namun, tak juga berakhir baik.

seketika itu juga, pikiran meluas. memutar otak bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tersebut. 
berfikir,
berfikir, dan
berfikir.

tiba-tiba mulut dan hati berkata , "Ya Allah, bagaimana ini? bantu aku untuk menyelesaikan masalah aku... aku udah nggak nemuin jalan lagi, udah buntu banget ini ya Allah."

tanpa kita sadari, ini adalah awal dari penyelesaian masalah kita. ini adalah kunci dari pintu-pintu segala permasalahan kita. 
Doa.

terus berdoa dan bersabar, akan membuat hati kita semakin luas.
terus berdoa dan bersabar, akan membuat pikiran kita menjadi dingin.
rasa panik hilang, rasa was-was hilang, rasa percaya akan terselesaikannya masalahpun mulai muncul.
kita mulai bisa berfikir bijak, dan pelan-pelan, Allah akan membantu menyelesaikan masalahmu sesuai dengan waktunya.

hal ini tentu akan membuat kita menjadi satu tingkat lebih dewasa, berfikir bijak, sabar dan ikhlas akan menghadapi segala permasalahan lainnya. yang mungkin lebih besar dari hari ini.

tetapkan hatimu hanya pada Allah, percayakan kepada Allah semua masalah-masalahmu. tetap bersabar, dan tidak buru-buru. karena semua butuh waktu, semua butuh proses. dan proses yang instan cuma mie instan kan?
enak sih... tapi... nggak sehat :)

Kamis, 24 Juli 2014

putri cinderella

terlalu dini bila aku bercerita tentang suatu hubungan serius.
terlalu dini juga bila aku berpetuah tentang hubungan serius, apalagi pernikahan.
namun, mungkin ada sesuatu yang harus aku bagikan.
tentang kenyataan, yang sangaaaaaaaat jauh dari angan-angan.

tampak dari jauh, pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh semua orang.
mau yang mengakuinya ataupun tidak mengakuinya.
pernikahan itu, dilihatnya seperti kisah cinderella, yang dimana bertemu dengan pangeran tampan, tinggal di istana yang megah, dan mempunyai banyak sekali materi.

namun, pernah tidak terpikir bahwa pernikahan itu tak selalu tentang "pangeran tampan", "istana megah" dan banyak "materi" di dalamnya.
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "istana megah" yang tiba-tiba runtuh? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "pangeran tampan" yang tiba-tiba ketampanannya berkurang dan berkurang? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
bagaimana juga kalau "materi" kita tiba-tiba lenyap, apa masih kita berdiri tegap mempertahankan penikahan itu?
tentu tak hanya itu ujian dan masalah-masalah yang nantinya akan kita hadapi. tentu jauh jauh jauh lebih banyak dari itu.
maka, jauh-jauh sebelum melakukan suatu ibadah yang bernama pernikahan itu, persiapkan diri.
dan pentingnya lagi, perbaiki niat.

menikahlah karena Allah, menikahlah karena iman, menikahlah karena ibadah.

kalau semua niat itu karena Allah, karena ibadah, maka apapun ujiannya, apapun cobaannya, pasti akan bisa dihadapi. sesusah apapun itu.
namun, bila itu semua hanya berlandaskan keinginan, jangan salahkan keadaan bila nantinya keinginan itu berkurang.

ps: terimakasih buat salah satu sahabat terbaikku yg ceritanya membuat aku berfikir banyak, tentang suatu pernikahan yang tidak melulu indah.

harapan, kenyataan dan ikhlas

kalau hari ini ada bunga yang jatuh, aku berharap masih berwarna merah.
kalau hai ini ada daun yang jatuh, aku harap masih berwarna hijau.
kalau hari ini ada ranting berjatuhan, aku harap masih berwarna coklat dan tak rapuh.
kalau hari ini masih ada harapan, aku harap akan menjadi kenyataan.

mungkin aku terlalu sering berharap, 
kalau kuda bisa terbang,
ulat bisa berdiri,
kambing bisa berlari secepat cheetah,
sehingga aku terlalu berharap, tentang harapan yang berada di atas awan. 

itulah, secercah harapan yang mungkin pernah terbesit di hati seseorang.
sebuah harapan yang kita tidak pernah tahu kapan akan terwujud.
sebuah harapan yang masih terjebak dalam suatu ruang tak berjendela. 

terkadang kita berharap terlalu banyak,
terkadang kita berharap terlalu luas,
sehingga terkadang kita tak pernah siap akan kehilangan harapan itu.
kita tak pernah siap untuk melihat suatu harapan yang terus membeku menjadi harapan.

kamu tahu?
tidak ada yang salah akan harapan.
dengan harapan, jiwa kita akan lebih optimis dalam menghadapi kenyataan,
dengan harapan, puing-puing kegagalan akan menjadi secuil harapan baik yang membawa kita dalam keberhasilan.
lalu mengapa, dengan tidak terwujudnya harapan, kita menjadi sakit?
dengan tidak terwujudnya harapan, terkadang hidup menjadi pesimis,
padahal, sifat pesimis itu bisa kita rubah dengan optimis..

yang salah adalah..
ketika kita berharap pada manusia, kita berharap sepenuhnya.
ketika kita berharap pada manusia, kita tak pernah menempatkan Allah, dan tidak pernah sadar bahwa Allah lah satu-satunya pewujud harapan kita,
sehingga, ketika kita kecewa, kita hanya menyalahkan keadaan, menyalahkan si pemberi harapan, dan tak pernah melihat, bahwa kita adalah yang sepenuhnya salah.
kita yang sepenuhnya mendzolimi diri kita sendiri, karena kita tidak pernah berserah diri, tidak pernah sadar, bahwa Allah lah yang menjadi penentu jalan hidup kita.
Astaghfirullahhal'adzim.

kita harus tahu,
Allah itu penentu jalan hidup kita,
bila harapan yang banyaaaak itu tidak terwujud dalam hidup kita,
tidak menjadi kenyataan, 
maka percayalah, bahwa Allah telah mempersiapkan yang lebih baik, bahwa Allah telah menyimpan kejadian dan kenyataan yang lebih baik, yang lebih lebih lebih dari apa yang kita harapkan, dari apa yang kita impikan..
percayalah bahwa Allah akan melakukan hal yang terbaik untuk kita, untuk makhlukNya, asal...

kita percaya dan yakin akan ketetapan Allah,
kita harus IKHLAS apapun yang terjadi kepada kita, meskipun itu sangat tidak sesuai dengan harapan yang selama ini kita impikan.
Ikhlas adalah suatu kunci dimana kita bisa lebih berserah diri. berserah diri dan berinstrospeksi diri.
bahwa diri ini tidaklah sempurna, bahwa impian dan harapan memang terkadang tak sesuai dengan kenyataan.

dan bahwa Allah, telah menyiapkan kejutan yang tidak pernah kita kira, apabila kita percaya. 
:)