*dateng telat, jadi ada part yang hilang. tapi sempet liat kiri
kanan, isinya...
Kalau mau cari pasangan sebaiknya yang
sehati*
Bagaimana kriteria calon pasangan yang
benar?
Untuk Cowok :
1. Agama.
Pilih wanita yang
baik agamanya. Karena, apabila agamanya baik, sudah pasti ia takut kepada
Allah, sehingga ia akan takut untuk berbuat maksiat. dan Rasulullah SAW
menjamin bahwa akan beruntung orang yang memilih wanita karena agamanya.
2. Cantik.
Dalam hal ini,
cantik berarti sejuk dipandang mata kita. mata kita yaa.. bukan menurut orang
lain, karena, apabila Allah sudah
memantapkan hati seseorang, maka apapun bisa terjadi.
3.
Pilihlah Wanita Yang Punya Rasa Cinta.
Karena, dengan mempunya rasa cinta, ia
akan mudah untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada suami. Baik dengan
kata-kata ataupun perbuatan.
4.
Pilihlah Wanita yang Berasal dari Keluarga
Baik-baik
Bukan berarti yang berasal dari keluarga
broken home tidak boleh dipilih, namun, pertimbangkan dan selidiki bagaimana
kesehariannya.
5.
Kaya
Ini merupakan kriteria tambahan. Orientasinya
bukan materi, tetapi mempermudah untuk dakwah dan akhirat. Misalnya, Rasul
dengan Khadijah.
6.
Subur
Untuk Cewek :
1. Agama.
Pilihlah yang
beriman kepada Allah. Jangan tergoda dengan ketampanan dan status yang
menyilaukan, namun, akhlak dan agamanya buruk.
Boleh menolak
lamaran seseorang, apabila agamanya buruk.
2. Fisiknya kita sukai.
3. Mampu secara finansial / mampu memberi
nafkah bathin atau non bathin.
Mengapa hal
ini penting? Karena kepemimpinan akan hilang, apabila Suami tidak bisa
menafkahi.
4. Punya Jiwa Kepemimpinan. Sesuai dengan
surat An-Nisa : 34.
“Kaum
laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu, Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagiaan yang lain (wanita),… “
5. Lemah Lembut dengan Wanita.
Tidak suka
memukul, bagaimana menge-cek-nya?
Lihat
bagaimana ia berperilaku dengan ibu dan adik perempuannya.
6. Punya Waktu Cukup untuk Istri dan Anaknya.
Misalnya,
jangan sering safar atau tugas di luar keluarga. Sebaiknya Istri ikut suami.
KESIMPULAN :
Mencari pasangan
sesuai dalam Islam :
1. Baik AGAMA dan AKHLAK
2. Kita SUKA dan COCOK secara pribadi, misal
: fisik, kekayaan, karakter, dll.
Bagaimana
Mencari Jodoh ?
1. Melalui Teman / Kolega.
Teman/Kolega
harus bisa dipercaya.
Rasul menikah
dengan Khadijah melalui perantara sahabat/saudara Khadijah.
2. Orang Tua.
Misalnya,
orang tua mengajukan anaknya ke lelaki shalih.
3. Kita Sendiri.
Akhwat atau
Ikhwan berbicara langsung dengan “targetnya” dengan bijak. Tidak murahan dan
tidak kampungan.
Mencari jodoh baik langsung ataupun dengan mediator, harus :
1. Jujur dengan diri kita sendiri.
Muhasabahlah.
Sudah shaleh/shalehah belum? Sudah santun belum? Dll. Shalehkan diri bila
belum. Perbaiki diri.
2. Jujur dalam menerapkan kriteria.
3. Mediator harus amanah dan mengerti Fiqih.
Kecocokan dan
keserasian mediator satu selera dengan kita.
4. Jangan mudah percaya sebelum kroscek.
PASTIKAN SIAPA orangnya.
5. Kita diperbolehkan berbicara dengan calon.
(tetapi harus ada pendamping. Tidak boleh berdua-duaan).
Fit and
Proper Test. Tanya hal-hal yang mencerminkan prinsip dia, nyambung nggak sama
kita, kedewasaannya seperti apa, memecahkan masalahnya seperti apa. Ikhwan siap
menerima kebenaran, tidak sok tahu.
6. Melihat calon ada dua waktu, yaitu setelah
lamaran, atau sebelum lamaran.
7. Istikharoh.
Meminta
kepada Allah.
Allah lebih
tau, sedangkan kita tidak tau. Saat taaruf harus bisa lebih dekat dengan Allah.
Bagaimana
keyakinan diri kita ?
Tidak mungkin
tidak ada keraguan sedikitpun, jika kita jujur kepada Allah, Allah akan
mewujudkan cita-cita kita. Jika kita menjaga hak-hak Allah, maka Allah akan
menjaga kita.