Jumat, 25 Juli 2014

problem between maturity

dewasa.
apa itu?
seseorang yang sudah boleh menonton film dewasa, disebut dewasa?
tentu tidak.
kata dewasa, tentu jauh dari itu.

meskipun menganggap diri ini belum dewasa, tetapi setidaknya, proses pendewasaan diri sudah mulai berjalan sejak suatu masalah yang menurut kita cukup besar dan cukup sulit untuk diselesaikan, datang.
seketika itu, jalanan menjadi gelap. tidak ditemukan lagi pintu-pintu atau jendela-jendela penyelamat, yang mungkin membawa kita ke dalam suatu tempat yang nyaman, tanpa adanya masalah.
bercerita dengan satu orang dan orang lainnya juga tidak kunjung membuka pintu penyelesaian tersebut. hanya empati dan simpati yang membantu, namun tidak sepenuhnya membantu.
berbagai cara sudah dilakukan. bercerita dari satu orang ke orang yang lain. menimbang-nimbang segala saran dan jalan penyelesaiannya, namun, tak juga berakhir baik.

seketika itu juga, pikiran meluas. memutar otak bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tersebut. 
berfikir,
berfikir, dan
berfikir.

tiba-tiba mulut dan hati berkata , "Ya Allah, bagaimana ini? bantu aku untuk menyelesaikan masalah aku... aku udah nggak nemuin jalan lagi, udah buntu banget ini ya Allah."

tanpa kita sadari, ini adalah awal dari penyelesaian masalah kita. ini adalah kunci dari pintu-pintu segala permasalahan kita. 
Doa.

terus berdoa dan bersabar, akan membuat hati kita semakin luas.
terus berdoa dan bersabar, akan membuat pikiran kita menjadi dingin.
rasa panik hilang, rasa was-was hilang, rasa percaya akan terselesaikannya masalahpun mulai muncul.
kita mulai bisa berfikir bijak, dan pelan-pelan, Allah akan membantu menyelesaikan masalahmu sesuai dengan waktunya.

hal ini tentu akan membuat kita menjadi satu tingkat lebih dewasa, berfikir bijak, sabar dan ikhlas akan menghadapi segala permasalahan lainnya. yang mungkin lebih besar dari hari ini.

tetapkan hatimu hanya pada Allah, percayakan kepada Allah semua masalah-masalahmu. tetap bersabar, dan tidak buru-buru. karena semua butuh waktu, semua butuh proses. dan proses yang instan cuma mie instan kan?
enak sih... tapi... nggak sehat :)

Kamis, 24 Juli 2014

putri cinderella

terlalu dini bila aku bercerita tentang suatu hubungan serius.
terlalu dini juga bila aku berpetuah tentang hubungan serius, apalagi pernikahan.
namun, mungkin ada sesuatu yang harus aku bagikan.
tentang kenyataan, yang sangaaaaaaaat jauh dari angan-angan.

tampak dari jauh, pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh semua orang.
mau yang mengakuinya ataupun tidak mengakuinya.
pernikahan itu, dilihatnya seperti kisah cinderella, yang dimana bertemu dengan pangeran tampan, tinggal di istana yang megah, dan mempunyai banyak sekali materi.

namun, pernah tidak terpikir bahwa pernikahan itu tak selalu tentang "pangeran tampan", "istana megah" dan banyak "materi" di dalamnya.
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "istana megah" yang tiba-tiba runtuh? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
pernah tidak kita berfikir, bagaimana kalau Allah menguji dengan "pangeran tampan" yang tiba-tiba ketampanannya berkurang dan berkurang? apa masih kita mempertahankan pernikahan itu?
bagaimana juga kalau "materi" kita tiba-tiba lenyap, apa masih kita berdiri tegap mempertahankan penikahan itu?
tentu tak hanya itu ujian dan masalah-masalah yang nantinya akan kita hadapi. tentu jauh jauh jauh lebih banyak dari itu.
maka, jauh-jauh sebelum melakukan suatu ibadah yang bernama pernikahan itu, persiapkan diri.
dan pentingnya lagi, perbaiki niat.

menikahlah karena Allah, menikahlah karena iman, menikahlah karena ibadah.

kalau semua niat itu karena Allah, karena ibadah, maka apapun ujiannya, apapun cobaannya, pasti akan bisa dihadapi. sesusah apapun itu.
namun, bila itu semua hanya berlandaskan keinginan, jangan salahkan keadaan bila nantinya keinginan itu berkurang.

ps: terimakasih buat salah satu sahabat terbaikku yg ceritanya membuat aku berfikir banyak, tentang suatu pernikahan yang tidak melulu indah.

harapan, kenyataan dan ikhlas

kalau hari ini ada bunga yang jatuh, aku berharap masih berwarna merah.
kalau hai ini ada daun yang jatuh, aku harap masih berwarna hijau.
kalau hari ini ada ranting berjatuhan, aku harap masih berwarna coklat dan tak rapuh.
kalau hari ini masih ada harapan, aku harap akan menjadi kenyataan.

mungkin aku terlalu sering berharap, 
kalau kuda bisa terbang,
ulat bisa berdiri,
kambing bisa berlari secepat cheetah,
sehingga aku terlalu berharap, tentang harapan yang berada di atas awan. 

itulah, secercah harapan yang mungkin pernah terbesit di hati seseorang.
sebuah harapan yang kita tidak pernah tahu kapan akan terwujud.
sebuah harapan yang masih terjebak dalam suatu ruang tak berjendela. 

terkadang kita berharap terlalu banyak,
terkadang kita berharap terlalu luas,
sehingga terkadang kita tak pernah siap akan kehilangan harapan itu.
kita tak pernah siap untuk melihat suatu harapan yang terus membeku menjadi harapan.

kamu tahu?
tidak ada yang salah akan harapan.
dengan harapan, jiwa kita akan lebih optimis dalam menghadapi kenyataan,
dengan harapan, puing-puing kegagalan akan menjadi secuil harapan baik yang membawa kita dalam keberhasilan.
lalu mengapa, dengan tidak terwujudnya harapan, kita menjadi sakit?
dengan tidak terwujudnya harapan, terkadang hidup menjadi pesimis,
padahal, sifat pesimis itu bisa kita rubah dengan optimis..

yang salah adalah..
ketika kita berharap pada manusia, kita berharap sepenuhnya.
ketika kita berharap pada manusia, kita tak pernah menempatkan Allah, dan tidak pernah sadar bahwa Allah lah satu-satunya pewujud harapan kita,
sehingga, ketika kita kecewa, kita hanya menyalahkan keadaan, menyalahkan si pemberi harapan, dan tak pernah melihat, bahwa kita adalah yang sepenuhnya salah.
kita yang sepenuhnya mendzolimi diri kita sendiri, karena kita tidak pernah berserah diri, tidak pernah sadar, bahwa Allah lah yang menjadi penentu jalan hidup kita.
Astaghfirullahhal'adzim.

kita harus tahu,
Allah itu penentu jalan hidup kita,
bila harapan yang banyaaaak itu tidak terwujud dalam hidup kita,
tidak menjadi kenyataan, 
maka percayalah, bahwa Allah telah mempersiapkan yang lebih baik, bahwa Allah telah menyimpan kejadian dan kenyataan yang lebih baik, yang lebih lebih lebih dari apa yang kita harapkan, dari apa yang kita impikan..
percayalah bahwa Allah akan melakukan hal yang terbaik untuk kita, untuk makhlukNya, asal...

kita percaya dan yakin akan ketetapan Allah,
kita harus IKHLAS apapun yang terjadi kepada kita, meskipun itu sangat tidak sesuai dengan harapan yang selama ini kita impikan.
Ikhlas adalah suatu kunci dimana kita bisa lebih berserah diri. berserah diri dan berinstrospeksi diri.
bahwa diri ini tidaklah sempurna, bahwa impian dan harapan memang terkadang tak sesuai dengan kenyataan.

dan bahwa Allah, telah menyiapkan kejutan yang tidak pernah kita kira, apabila kita percaya. 
:)