Seorang teman yang selalu menanyakan aku buku apa yang aku baca, bertanya lagi. "Buku apa yang bagus untuk dibaca?" , aku jawab sebuah judul. Lalu dia menjawab, "sudah". Artinya, dia sudah membaca buku itu. Sebersit pikiran muncul, "hooo.. kalau dia sudah baca buku itu, harusnya dia sudah berubah sekarang.
Buku itu adalah buku yang berisi nasihat-nasihat super yang harus banget diterapin ke kehidupan sehari-hari. Isinya juga mencakup larangan dan perintah yang ada dalam AlQuran, namun dikaji dengan sangat rinci.
Namun aku salah, ternyata dia tidak berubah. Tidak berubah SEDIKITpun. Kecewa? Iya. Tapi ada hal penting yang lebih dari sekedar kecewa. Sebelum kita kecewa pada orang lain, coba kita berkaca. Apa iya kita beda dari dia?
Aku buka lagi buku lamaku. Ternyataaa.. ada beberapa hal yang aku lupa bahkan sama sekali tidak terlintas di kepalaku apa isi buku itu. Aku baca lagi, baca lagi setiap lembarnya hingga akhir. Ya. Ternyata membaca ulang itu penting KALAU kita benar-benar lupa dengan isinya...
Kadang kita ngga sadar ya, kita udh baca. Eeh, penerapan dr nasihat-nasihat buku itu ngga kita terapkan ke kehidupan sehari-hari. Boro-boro menerapkan, inget isinya aja cuma sedikit.
Makanya, baca itu penting, nginget isinya penting, menerapkan kebaikan kebaikannya lebih penting.
So, kalau baca buku jangan cuma mata dan bukunya yang dibuka, hatinya juga. Biar hati kita yang menuntun kita, untuk melakukan nasihat yang baik baik.
Udah, gitu aja. (:
Masya Allah, bener banget kaka dias :)
BalasHapus